Wednesday, April 25, 2007
8:06 pm
03.47 wib
Anjrit!!!! Taksinya belum datang juga. Sementara kelopak mata seperti tertancap bulu mata sebesar kabel listrik. Terbayang empuknya kasur…. tapi sayangnya diselingi ingatan tentang layout-layout yg sudah diprint tp blum dimockup, juga layout2 yg belum sempat di jpeg untuk keperluan powerpoint. Padahal besok udah harus presentasi jam 11. Dengan otak tinggal lima watt, terhitung angka 3 jam waktu tidur untuk pagi ini.
Pintu pagar sudah ditutup, pak satpam mungkin kembali tertidur. Tapi disini, dipinggir jalan didepan kantor, bokongku melekat dibangku kayu menahan berat tubuh tak bertenaga, kantuk, penantian panjang deru taksi dan masa depan tidur singkat.
Dalam gelap, samar-samar, bungkuk dengan karung dipunggung, sesosok bayangan bergerak cepat zigzag membelah jalan. Kekanan, kekiri. Berhenti sejenak di kotak-kotak beton berpenutup seng dengan rangka kayu yang tertanam dipojok pagar rumah. Semakin dekat semakin terlihat semangatnya setiap kali berhenti. Ekspresinya...persis seperti membuka kotak harta karun.
Kasihan bapak tua itu…diusia serenta itu, di dinihari sedingin ini, msh harus menaklukkan kenyamanan tidur pulas untuk bersaing dengan pemulung lain memperebutkan sampah-sampah termahal.
Alhamdulillah ya Allah…kami memang sama-sama terjaga dipagi ini. Tapi setidaknya aku masih bisa memilih menghirup cappuccino dibandingkan bau busuk bakteri dan tikus busuk yg terperangkap dibalik tutup seng itu.
***
03.47 wib
Hmmm…segar sekali udara ini, ternyata jam segini Jakarta masih menyisakan kesegaran sebelum bis kota dan mobil2 itu merampasnya dari embun pagi. Masih terdengar suara burung berkicau, meskipun cuma satu dua, sebelum tenggelam oleh suara bising mulut2 yg bertenaga selepas sarapan.
Tapi… dalam dingin sesegar ini, teronggok sosok tegap, muda dan tas punggung yg sepertinya berat sekali dipinggir jalan itu. Apa yang dia lakukan? Raut mukanya seperti pembantu yang baru saja diusir majikannya tanpa diberi gajinya yang tiga bulan terakhir.
Kasihan sekali anak muda itu….entah apa pekerjaannya di rumah berpagar oranye itu. Tapi dari cara duduknya, sepertinya tubuh mudanya tak mampu menahan berat hidup. Dari caranya bersandar, sepertinya dia terlilit hutang pada rentenir dan harus rela menyerahkan adiknya menjadi istri ke 4 sang rentenir agar dianggap lunas.
Ahhh…terima kasih Tuhan, masih memberikan kesehatan dan kekuatan yang menghasilkan keringat segar ini. Setidaknya ini lebih baik dari anak muda itu…dari sorot matanya, sepertinya dia nggak akan sesehat aku, bahkan jangan2 dia gak akan bisa mencapai usiaku?
(0) comments
Monday, April 02, 2007
3:20 pm
Break the Distance Campaign

an entry for asahi award, screened by hakuhodo headquarter, tokyo.
BRIEF
Advertiser: Coca-Cola Japan
Theme: New newspaper ad that establishes the corporate slogan.
Details: Create a revolutionary newspaper ad that further establishes in consumers' minds the Coca-Cola slogan, "Coca-Cola rejuvenates ("rehydrates") relationships between people."
(0) comments